Minggu, 08 Maret 2020

Resume : Ketika Anak Bertanya Tentang Seksualitas


RESUME : KETIKA ANAK BERTANYA
(FAQ yang biasa diajukan anak mengenai seksualitas dan cara menjawabnya)

Seksualitas banyak dipahami oleh masyarakat luas sebagai sesuatu yang tabu dibicarakan. Apalagi jika anak yang bertanya maka orang tua langsung melarang untuk menanyakan hal tersebut atau malah memberikan informasi yang tidak jelas.
Banyak anggapan orang jika  seksualitas itu sama dengan seks atau aktifitas seksual, padahal tidak demikian. Seks berorientasi fisik-anatomis, sedangkan seksualitas lebih luas lagi yaitu menyangkut fisik, emosi, sikap, bahkan moral dan norma-norma sosial.
Di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, orangtua semakin sadar bahwa pendidikan seksualitas itu penting tapi juga bingung bagaimana harus mengajarkannya. Ketika anak bertanya tentang seksualitas maka itu kesempatan bagi orang tua untuk mengajarkannya kepada anak dengan memberikan informasi yang tepat.
Untuk Apa Mendidik Anak Mengenai Seksualitas?
Orang tua Anda dahulu mungkin tidak pernah mengajak berdiskusi tentang seks dan Anda merasa semua baik-baik saja. Namun situasi yang dihadapi anak Anda sekarang jauh berbeda. Cobalah untuk mempertimbangkan alasan-alasan berikut ini tentang perlunya Anda memperkenalkan anak tentang seksualitas.
Menangkal efek buruk media dan lingkungan
Kini, anak-anak makin mudah mendapatkan akses internet dan TV. Hubungan pertemanannya pun lebih luas dan beragam. Membahas seks dapat melindungi anak Anda dari efek negatif TV atau media informasi lainnya. Berikan juga mereka pemahaman mengenai dunia pergaulan agar tidak terjerumus kepada hubungan seks bebas atau tindakan kriminal.
 Membangun kepercayaan antara orang tua dengan anak
Membahas seks secara terbuka dengan anak justru memberi Anda kesempatan untuk memberikan informasi yang sesuai dan akurat. Dengan begitu, anak tidak akan mencari-cari sumber sendiri yang belum tentu aman dan tepat. Selain itu, anak akan lebih percaya dan terbuka karena dia tahu bahwa Anda dapat diajak bicara tentang hal yang paling pribadi sekalipun.
Mendukung perkembangan dan pemahaman anak
Mendiskusikan tentang seks membuat anak menyadari bahwa dia harus melindungi dan menghargai tubuhnya sendiri.
  • Jika dilakukan dengan cara yang tepat, membahas tentang seks justru akan membuat anak Anda menganggapnya sebagai hal yang penting. Anak akan menyadari bahwa tidak ada yang boleh memaksanya melakukan atau menerima perlakuan buruk pada tubuhnya.
  • Pemahaman yang tepat bisa membuat anak belajar untuk memilih, bersikap, dan bertanggung jawab atas perbuatan
  • Penelitian membuktikan bahwa anak dari orang tua yang mendiskusikan seks secara terbuka, lebih cenderung memilih menunggu waktu dan pasangan yang tepat untuk berhubungan seksual.
  • Pembelajaran anatomi tubuh pada mata pelajaran biologi di sekolah akan menjadi lebih lengkap dengan adanya Anda yang memberikan pemahaman tentang aspek moral dari hubungan seksual antara pria dan wanita.
  • Seks adalah hal yang manusiawi. Di dalamnya terkandung banyak aspek mulai dari budaya, agama, moral, hingga konsep manusia tentang kebahagiaan. Membicarakannya dengan baik-baik akan membuat anak Anda, pada nantinya, mampu melihat dunia dan diri sendiri secara beradab dan lebih bijak menentukan pilihan-pilihan yang tepat.

Berikut ini Hal-hal  yang perlu diterapkan saat menjawab pertanyaan tentang seksualitas dari anak:
·        Tanya balik: memberi kesempatan kita untuk menenangkan diri , dan supaya kita tahu sudah sejauh mana pengetahuan anak serta supaya kita juga tahu kata atau istilah apa yang bisa kita pergunakan dalam menjelaskan jawaban nanti.
·        Terbuka dan jujur; tidak mengarang/berbohong.
·        Gunakan istilah/nama yang benar. Contoh, bilang saja penis, jangan diganti dengan sebutan ‘burung’.
·        Mulai dari yang umum, berkembang mengerucut mengikuti pertanyaan/komen anak.
·        Gunakan bahasa sederhana.
·        Berikan jawaban secukupnya, tidak lebih atau kurang.
·        Gunakan buku, gambar, internet, dll.
·        Ganti topik jika anak sudah terlihat puas.
·        Akui jika tidak tahu & ajak anak untuk cari tahu bersama.


Pertanyaan yang sering diajukan anak mengenai seksualitas dan rekomendasi jawaban.

    1. Kenapa tempat pipis perempuan dan lelaki berbeda?
“Karena Tuhan menciptakan berbeda, supaya ada perbedaan yang jelas antara laki-laki & perempuan.”

    1. Kenapa aku bisa ada di dalam perut ibu saat ibu hamil? atau Kenapa adik bisa ada dalam perut ibu?
Mulai dari jawaban yang umum seperti:
“Setelah ayah ibu menikah (ini merupakan penanaman nilai, kalau mau hamil ya nikah dulu), ayah ibu berdoa pada Tuhan supaya dberikan anak, lalu ada kamu deh di perutnya ibu…. (lalu biasanya bisa dialihkan ke perkembangan janin selama di perut ibu, ada buku2nya yang bergambar menarik buat anak atau bisa browse di internet)
Jika anak bertanya lebih lanjut/belum puas:
“Kamu berasal dari sel telur dari ibu dan sel sperma dari ayah yang bertemu lalu tumbuh berkembang di perut ibu.”
Jika anak bertanya lebih lanjut (biasanya jika anak sudah besar atau mendekati usia puber); biasanya akan bertanya bagaimana bertemunya:
“Bertemunya lewat hubungan suami isteri. Nanti jika kamu sdh menikah, kamu akan lebih paham.”
Jika anak bertanya lebih detil lagi, biasanya tentang apa itu hub suami isteri:
“Kamu pernah lihat ayah ibu sayang2an tidak? (Biasanya anak2 akan jawab: pernah spt pegangan tangan, pelukan, cium pipi dll). Nah ada cara sayang khusus antara ayah ibu yang hanya dilakukan berdua saja, tidak ingin dilihat oleh orang lain, biasanya di dalam kamar. Di sinilah terjadi hub suami isteri tersebut.”
Jika anak menggali lebih dalam lagi, ya jawablah:
“Alat kelamin pria masuk ke dalam alat kelamin wanita, tapi hanya boleh dilakukan jika kamu sudah menikah ya…”

    1. Aku tuh, keluar dari perut mama, bagaimana?
Ini tergantung dari cara lahirnya si anak, kalau keluar melalui operasi caesar, ya katakanlah lewat operasi tsb. Anak akan penasaran untuk lihat bekas operasinya. Tidak ada salahnya diperlihatkan bekas operasinya. Tetapi jika lewat proses kelahiran normal, bilang pada anak bahwa dia keluar lewat suatu lubang yang namanya lubang/mulut rahim, letaknya dekat dengan lubang pipis jadi sulit terlihat. Ibu bisa gunakan buku atau gambar dari internet yang pas untuk menjelaskan pada anak ttg lubang tempat dia keluar ini/lubang rahim.

    1. Kenapa ada orang dewasa yang ciuman?
“Untuk menunjukkan rasa sayang antara mereka….(jawaban selanjutnya dapat disesuaikan dengan nilai2 yang dianut di keluarga, di sini aku contohkan untuk keluarga Indo muslim yaaa) tapi karena kita orang Indonesia dan muslim…itu hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah saling menikah seperti ayah ibu.”

    1. Kenapa dada ayah berbeda sama dada ibu yang lebih besar?
“Karena ibu memiliki tugas untuk menyusui anaknya, sedangkan ayah tidak. Semua perempuan dadanya besar karena disiapkan untuk menyusui bayi, kan bayi belum bisa makan jadi hanya bisa minum susu dari ibunya.”


    1. Kenapa sih, Ibu suka pakai pampers kecil (pembalut) ?
“Karena untuk menampung darah yang keluar dari lubang pipis ibu…ini terjadi setiap bulan selama beberapa hari…tidak apa2 karena ini baik untuk kesehatan ibu. Namanya menstruasi atau haid. Semua wanita yang sudah dewasa akan mengalaminya.”

    1. Mimpi basah itu apa, Bu?
“Mimpi ini biasanya terjadi pada anak laki-laki yang sudah mau remaja…mimpi ini menandakan kalau tubuhnya sudah beranjak besar, biasanya setelah mimpi celananya basah karena ada sperma yang keluar. Nah kalau sudah ada sperma seperti itu, tandanya kamu sudah remaja/baligh. Mimpinya biasanya mimpi yang menyenangkan, biasanya kamu nanti bertemu dengan perempuan yang kamu sukai di mimpi itu….Jadi nanti kalau kamu mimpi basah, kasih tahu ibu ya…karena ibu harus kasih tahu apa yang harus dilakukan (untuk yang muslim, ada kewajiban mandi besar). Nanti ayah akan cerita ke kamu lebih banyak tentang mimpi basah ini karena semua laki-laki dulunya mengalami hal yang sama.”

    1. Setelah mandi, kenapa aku nggak boleh telanjang tapi harus pakai handuk?
Karena untuk melindungi bagian tubuh pribadi kamu….kamu harus menyayangi tubuhmu seperti ibu juga menyayangi kamu, terutama bagian tubuh pribadimu (jelaskan batasan tubuhnya) yang hanya boleh dilihat oleh kamu sendiri, orangtuamu terutama ibu dan dokter dengan ditemani ayah/ibu.”

    1. Menstruasi itu apa? Kenapa perempuan mengalaminya sedangkan lelaki tidak?
“Menstruasi itu proses keluarnya darah dari tubuh wanita yang terjadi setiap bulan. Dari mana darah itu? Dari sel telur yang tidak dibuahi. Ini harus keluar supaya perempuan itu tetap sehat. Jadi menstruasi itu tidak apa2. Laki2 tidak mengalaminya karena laki2 tidak memiliki sel telur.”
(bisa dibantu gambar atau video lucu tentang menstruasi, ada di youtube )

    1. Onani itu apa?
“Onani itu perbuatan menyentuh alat kelamin untuk mendapatkan kesenangan tapi tidak dianjurkan untuk melakukannya sering2 karena akan membuat luka di alat kelamin, nanti akan sakit ketika akan pipis” (jawaban selanjutnya disesuaikan dengan nilai2 yang dianut dalam keluarga….ada budaya yang membolehkan asal dilakukan sesekali dan dalam situasi private tapi ada juga yang menentang. Yang perlu dihindari, muncul rasa bersalah pada anak jika dia pernah atau kedapatan melakukannya. Ortu bisa jelaskan pada anak bahwa ada orang/anak lain yang juga melakukannya atau “It’s normal”. Jika ortu ingin menghindari anak dari melakukan ini, beri penjelasan berfokus  dari aspek kesehatan atau kebersihan saja seperti contoh di atas: bisa luka dsb).

    1.  “Apa itu ereksi?”
 “Ereksi adalah saat penis menegang karena penyebab tertentu.”
Anda dapat mulai menjelaskan detail penyebab-penyebabnya seperti penis yang menegang saat disentuh atau saat tidur. Jelaskan jika ereksi berawal ketika melihat, merasakan, mencium, mendengar, atau memikirkan sesuatu yang membuat saraf mengirim pesan kimia ke pembuluh darah di penis. Hal tersebut membuat arteri menjadi rileks dan lebih banyak darah mengalir ke penis serta menutup pembuluh darah. Akibatnya, penis menjadi tegang dan memanjang atau ereksi. Saat pembuluh darah terbuka dan tidak ada lagi aliran darah yang deras menuju penis, penis pun akan kembali seperti sedia kala.

Sumber :
Akses tanggal 24 februari 2020
https://www.alodokter.com/pendidikan-seksual-untuk-anak
https://mommiesdaily.com/2017/10/13/10-pertanyaan-soal-pendidikan-seksual-yang-sering-ditanya-anak-dan-cara-menjawabnya/

Diskusi
1.      Anak-anak usia preschool,  anak2 dilatih kemandiriannya termasuk BAK dan BAB sendiri sehingga ketika usia sekolah bisa dilepas untuk pergi ke toilet sendiri, dengan pengawasan tentunya.
2.      Ayah senantiasa menemani anak-anak laki-lakinya ketika pergi ke toilet.
3.      Dianjurkan untuk melakukan BAK secara jongkok, penting karena terkait kesehatan dan kebersihan.
4.      Pendidikan seksualitas bisa dimulai dengan pembiasaan anak dalam hal BAK dan BAB serta kegiatan bersuci.

#Day3
#Tantangan10hari
#Bunsay#5
#Fitrahseksualitas
#KuliahBundasayang
#InstitutIbuProfesional



Resume : Menjaga Diri dari Kekerasan Seksual


RESUME DISKUSI
MENJAGA DIRI DARI KEKERASAN SEKSUAL
A.     Pengertian, Faktor, dan Dampak Kekerasan Seksual pada Anak
Kekerasan seksual adalah setiap tindakan baik berupa ucapan ataupun perbuatan yang dilakukan seseorang untuk menguasai atau memanipulasi orang lain serta membuatnya terlibat dalam aktifitas seksual yang tidak dikehendaki.
B.     Aspek penting dalam kekerasan seksual :
1.      Aspek pemaksaan dan aspek tidak adanya persetujuan dari korban
2.      Korban tidak / belum mampu memberikan persetujuan (misalnya kekerasan seksual pada individu dengan disabilitas intelegensi)
C.     Bentuk- Bentuk Kekerasan Seksual :
1.     Perkosaan : Perkosaan merupakan bentuk paling berat dari kekerasan seksual. Perkosaan merupakan tindakan pemaksaan hasrat seksual yang dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kekuatan lebih kepada seseorang yang dianggap lemah. Pemerkosaan jelas melanggar hukum, dan pelakunya dijerat dalam perundang-undangan.
2.      Pemaksaan Seksual : Pemaksaan seksual hampir sama dengan perkosaan, perbedaannya pada pemaksaan seksual belum terjadi perkosaan atau belum terjadi kontak fisik (memasukkan alat kelamin pelaku pada korban). Biasanya bentuk pemaksaan seksual berupa sodomi, penetrasi, meraba bagian intim korban, termasuk memperlihatkan adegan seksual secara paksa kepada anak
3.     Pelecehan Seksual : Pelecehan seksual merupakan segala tindakan melanggar kehormatan diri seseorang. Bentuknya bermacam, dalam bentuk verbal bisa berarti dalam bentuk kata-kata yang dilontarkan oleh satu orang ke orang lain, mulai dari kata-kata jorok yang membuat rasa malu, tersinggung, marah, sakit hati, dan sebagainya, sampai pada tindakan fisik seperti mencowel, memegang, atau melakukan sentuhan-sentuhan yang tidak pantas.
4.     Incest : Incest merupakan hubungan seksual atau aktivitas seksual antara individu yang memiliki hubungan dekat, yang mana perkawinan di antara mereka dilarang oleh hukum maupun kultur. Misalnya antara kakak dan adik kandung. Incest biasanya terjadi dalam waktu yang lama dan sering menyangkut suatu proses terkondisi.
D.     Faktor Penyebab Kekerasan Pada Anak
1.      Faktor Innocent (polos) dan tidak berdaya
2.      Faktor rendahnya moral dan mentalitas pelaku
3.      Faktor anak mengalami cacat tubuh, retardasi mental atau gangguan tingkah laku; hal ini dianggap menguntungkan bagi si pelaku
4.      Kemiskinan atau ekonomi rendah memaksa beberapa anak untuk menjual diri untuk memenuhi kebutuhan hidup
5.      Faktor lingkungan yang tidak baik; beredarnya video, bacaan, dan gambar porno.
6.      Faktor pengasuhan orang tua, seperti kurangnya pengawasan dan juga tidak seimbangnya peran kedua orangtua
E.      Apa dampak dari  kekerasan seksual terhadap anak?
1.      Dampak fisik berupa luka fisik, kematian, kehamilan, aborsi yang tidak aman, penyakit dan infeksi menular seksual (PMS dan IMS) dan infeksi HIV/AIDS.
2.      Dampak psikologis berupa depresi, rasa malu karena menjadi korban kekerasan, penyakit stress paska trauma, hilangnya rasa percaya diri dan harga diri, melukai diri sendiri serta pemikiran dan tindakan bunuh diri.
3.      Dampak sosial berupa pengasingan dan penolakan oleh keluarga dan masyarakat, stigma sosial serta dampak jangka panjang seperti kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan, pelatihan, ketrampilan dan lapangan pekerjaan dan kecilnya kesempatan untuk menikah, penerimaan sosial dan integrasi.


F.      Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak
1.      Mengajarkan anak anatomi tubuh
-        Dengan mengajarkan anak nama-nama yang tepat / sebenarnya untuk setiap bagian tubuh sehingga anak lebih akurat saat menceritakan apa yang terjadi jika seseorang melecehkan mereka.
-        Penggunaan nama pun tidak disamarkan
2.      Mengajarkan anak tentang Batasan
-        Memperkenalkan siapa yang boleh dan tidak boleh menyentuh tubuh mereka.
-        Mengenalkan sentuhan baik, tidak baik, dan membingungkan
-        Sentuhan baik : memberikan kenyamanan
-        Sentuhan tidak baik : sentuhan yang menyakitkan secara fisik dan emosional
-        Sentuhan membingungkan : seperti saat anak disentuh saat menggunakan pakaian lengkap.
3.      Ajarkan anak berkata tidak
Perjelas bahwa mereka bisa bilang tidak kepada siapapun yang ingin mencium mulut, menyentuh vagina, penis, dada, atau bokong mereka, atau bagian-bagian tubuh lainnya yang biasanya tertutupi pakaian
4.      Selalu dampingi anak dalam kehidupannya
Berikan perhatian dan berikan pertanyaan lanjutan yang memberikan anak kesempatan untuk mengelaborasi ceritanya, seperti, “Ada lagi yang ingin kamu ceritakan ke mama?”
5.      Memberitahu bahwa tidak semua orang dekat itu baik
Karena Sebagian besar pelaku yang melakukan pencabulan anak dikenal oleh keluarga korban
Bagaimana cara penyampaian yang tepat terhadap anak?
1.      Role play. Dengan cara bermain dan praktek. Mulai dari mempraktekan mana yg boleh disentuh dan tidk boleh disentuh hingga kapan harus berteriak tidak.
2.      Bermain, Bernyanyi, dan Bercerita tentang hal-hal yang dapat mencegah kekerasan seksual
3.      Mendengarkan penjelasan anak .
 Setelah kita memberi tahu materi tentang bahaya pelecehan seksual, maka kita tanyakan kembali dan mendengar jawaban anak untuk melihat sejauh mana mereka paham dengan apa yang kita sampaikan
G.     Sex Education Sesuai Tahapan Umur
2-3 Tahun
        Menyebut nama organ intim dengan nama sebenarnya
        Mengajar sentuhan baik, sentuhan membingungkan dan sentuhan buruk
        Diskusi kapan dan bagaimana mengatakan tidak
        Mengenalkan area privat
3-4 tahun
Anak mulai bertanya darimana bayi berasal, maka orangtua menjelaskan secara sederhana darimana bayi berasal
“ibu memiliki rahim di dalam perut ibu, di dalam rahim itulah kamu hidup dan membesar hingga akhirnya siap untuk dilahirkan ke dunia”
5-6 Tahun
        Anak mulai bertanya darimana bayi dibuat, maka orangtua menjelaskan secara sederhana darimana bayi berasal
“ibu dan ayah bagian membuat kalian,   bagian  kecil tubuh ibu (sel telur) bertemu bagian kecil tubuh ayah (Sel sperma) untuk membentuk kamu di dalam rahim ibu”
6-7 tahun
Mengenalkan seks secara umum, seperti Allah menciptakan tubuh lelaki dan perempuan seperti puzzle yang saling melengkapi.
Jelaskan juga keterkaitan antara hubungan dan seks bahwa seks merupakan salah satu cara orang dewasa untuk mengungkapkan perasaan cinta satu sama lainnya. Namun, pertegas bahwa seks hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah menikah.
8-9 Tahun
        Di usia ini anak sudah bisa menerima informasi dan penjelasan dasar terkait berbagai topik seks juga pemerkosaan karena anak sudah mulai mendapatkan informasi dari lingkungan dan media.
9-11 Tahun
Edukasi mengenai perubahan karena pubertas
Diskusi tentang apa yang anak dengar di lingkungan luar perihal seks dan mengoreksi jika ada yang keliru
Pengenalan mengenai seks yang aman, seperti diskusi tentang penyakit infeksi menular seksual (IMS).
12 Tahun
Pada usia ini, anak mulai merumuskan nilai dan pengertian mereka sendiri. Orang tua agar sering berdiskusi dengan anak agar mereka mendapatkan sumber informasi yang benar.
DAFTAR PUSTAKA
Huraerah, Abu.2007.Kekerasan Terhadap Anak. Bandung : Nuansa Cendekia
Huwaidah. 2011. Model Bimbingan Korban Kekerasan Seksual terhadap Anak dalam Perspektif Islam di Yayasan Pulih. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah
Agustina, Peni Wahyu dan Asri Kusumaning Ratri. Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Volume 3. No.2 Tahun 2018 : Analisis Tindak Kekerasan Seksual pada Anak Sekolah Dasar
Viero, Paola. 2005. Melindungi Anak-Anak dari Eksploitasi Seksual dan Kekerasan Seksual dalam Situasi Bencana dan Gawat Darurat. Jakarta: Ecpat

H.     Diskusi
1.      Terkadang lingkungan kita menganggap seks itu tabu sehingga tidak pernah diajarkan di rumah. Padahal anak butuh sumber yang tepat dan akurat untuk mencegah mereka mengalami kekerasan seksual..
2.     Sex education ini salah satu bagian penting dari fitrah seksualitas jika diberikan dengan tepat. Bisa disampaikan ketika anak mulai banyak bertanya mengenai seksualitas.
3.   Terkait dengan memandikan anak usia 5 tahun itu sepertinya memang usia peralihan kepada kemandirian. Kadang mandiri, terkadang sesekali ingin dimanjakan. Boleh dimandikan asal dengan orangtua yang sesama jenis kelaminnya..misalnya anak perempuan dengan neneknya ataupun sebaliknya. Namun kita beri pengertian juga kepada anak bahwa mereka harus bisa mandi sendiri untuk menjaga auratnya
4.    Anak usia 3-5 bisa diajarkan konsep laki dan perempuan dan area privat miliknya. 6-8 mulai ttg kehamilan.   9-12 ttg pubertas. Di umur 8 anak sudah bisa diajak berdiskusi tentang topik2 seksual termasuk detail2 perbedaan dgn lawan jenis. Untuk menjelaskan pubertas pada anak usia 9- 12 tahun harus dilakukan oleh orangtua yang berjenis kelamin yang sama. Ayah kepada anak laki-lakinya menerangkan tentang mimpi basah. Ibu kepada anak perempuannya tentang menstruasi.
5. Peran ayah sangat penting untuk mengajarkan kepada anak laki-lakinya tentang menjaga kebersihan daerah kemaluan dan mimpi basah.
6.  Penting bagi kita orangtua untuk bisa mendampingi dan menjadi sumber utama tentang pendidikan seks kepada anak kita, supaya mereka tidak mencari di luar yang belum tentu tepat untuk usianya. Dan pendidikan seks yang tepat akan bisa mencegah anak-anak kita dari kekerasan seksual. Semoga Allah selalu Melindungi anak-anak kita semua. Aamiin
#Day2
#Tantangan10hari
#Bunsay#5
#Fitrahseksualitas
#KuliahBundasayang
#InstitutIbuProfesional




Resume : Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini


RESUME DISKUSI
PENDIDIKAN FITRAH SEKSUALITAS SEJAK DINI
A.     Definisi
Fitrah artinya sifat; asal; kesucian; bakat; pembawaan. Sedangkan seksualitas adalah bagaimana seseorang bersikap, berpikir, bertindak sesuai gendernya.  Jika disatukan fitrah seksualitas berarti bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau perempuan sejati. Pendidikan Fitrah seksualitas adalah bagaimana merawat, membangkitkan dan menumbuhkan firah anak sesuai gendernya dengan mengajarkan bagaimana seorang lelaki dan perempuan berpikir, bersikap, bertindak dan merasa sebagai lelaki dan perempuan.

B.     Inti Fitrah Seksualitas
Inti mendidik fitrah seksualitas adalah terbangunnya attachment (kelekatan) serta suplai keayahan dan suplai kebundaan. Oleh karena itu merawat fitrah seksualitas dilakukan dengan kehadiran, kedekatan dan kelekatan anak dengan Ayah dan Ibu secara seimbang.

C.     Upaya Mendidik Fitrah Seksualitas
1.      Usia 0-7 tahun
a.      Kenalkan identitas gender
b.      Kenalkan anggota tubuh dan batasan aurat
c.      Ajarkan toileting
d.      Ajarkan bahwa tubuh anak berharga
e.      Kenalkan rasa malu

2.      Usia 7-14 tahun
a.      Pisahkan tempat tidur
b.      Etika meminta izin
c.      Kenalkan adab bersuci lebih lanjut
d.      Penekanan bahwa sekarang sudah dewasa

D.     Diskusi Materi
1.      Perlunya memisahkan tempat tidur anak sejak usia 7 tahun. Anak laki-laki juga dipisahkan kamarnya dengan saudara perempuannya. Meskipun begitu seorang anak sebenarnya bisa dipisahkan tidurnya dengan orang tua sejak usia 3 tahun.
2.      Pendidikan gender untuk anak diantaranya
-         membedakan cara berpakaian anak laki-laki dan perempuan. Contohnya perempuan pakai kerudung atau laki-laki memakai celana. Namun hal ini dikembalikan kepada pemahaman orang tua, bagaimana membedakan cara berpakaian laki-laki dan perempuan.
-        panggilan yang berbeda kepada anak laki-laki dan perempuan. Pengenalan gender bisa ditanyakan langsung kepada anak tentang gendernya untuk mengetahui sejauh mana anak mengenal dirinya dan membedakan dirinya dengan orang lain.
3.      Toileting mencakup BAK/BAB, gosok gigi, dan mandi. Dalam toileting anak diajarkan untuk membersihkan diri dari kotoran dan najis. Pemakaian diapers sebenarnya mengganggu fitrah seksualtas tentang toilet training. Anak tidak mengerti tentang kebersihan karena disamarkan dengan diapers sekali pakai.
4.      Pengenalan batasan aurat  bisa disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dimengerti. Selain itu pengenalan konsep agama Islam tentang kewajiban menutup aurat lebih ditekankan. Hal ini diharapkan anak bisa kebal terhadap hal-hal negatif di lingkungan sekitar.

#Day1
#Tantangan10hari
#Bunsay#5
#Fitrahseksualitas
#KuliahBundasayang
#InstitutIbuProfesional


Jumat, 05 Januari 2018

Review Diskusi Fitrah Seksualitas Anak 1

Review Diskusi kelompok 1 Kelas Bunda Sayang
TANTANGAN MENJAGA FITRAH SEKSUALITAS
1.       Pemahaman bahwa orientasi seksual tidak ditentukan oleh gender. Contoh : Tidak semua manusia yang terlahir sebagai wanita akan memiliki orientasi seksual seorang wanita. Banyak kalangan yang mempercayai bahwa meskipun orientasi seksual dan gender merupakan hal yang berbeda. Jadi, meskipun seseorang terlahir sebagai wanita, ia bisa jadi memiliki orientasi seksual lelaki atau wanita dan lelaki. Bagi aktivis HAM, hal tersebuk adalah hak asasi manusia dan harus dilindungi. Namun, bagi umat Islam, sudah jelas bahwa setiap orang yang dilahirkan sebagai wanita, diharuskan untuk memelihara fitrahnya sebagai wanita, memiliki kepribadian wanita.
2.       Akses terhadap informasi yang tak terbatas. Contoh : Anak dapat mengakses pornografi dari internet sehingga termotivasi untuk  melakukan pornoaksi. Pada era milenial ini, akses internet dapat diperoleh siapa saja, termasuk anak. Maka, jika anak sudah dapat membaca dan melek teknologi ia sudah dapat mengakses internet sendiri. Ia memiliki akses terhadap jutaan situs dewasa. Bahayanya, karena anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, ia bisa termotivasi untuk mempraktekkannya, yang biasa disebut dengan pornoaksi.
3.       Orang tua yang abai dalam menjaga fitrah seksualitas anak. Contoh : Orang tua kurang memberikan kasih sayang, perhatian dan pengetahuan mengenai fitrah seksualitas. Banyak orang tua yang menganggap bahwa anak perempuan dan lelaki akan tumbuh sesuai dengan gendernya. Mereka seringkali lalai bahwa ada fitrah seksualitas yang harus dipelihara. Ada kalanya anak perempuan harus dekat dengan ibunya, dan harus dekat dengan ayahnya, begitu pula dengan anak lelaki. Setiap orang tua sebaiknya menjadi contoh bagaimana seorang wanita dan lelaki memerankan tugasnya sesuai dengan gendernya. Mereka juga perlu dekat secara emosional, bukan sekedar dekat secara fisik. Tak lupa, orang tua sebaiknya memberikan nasihat, pengetahuan dan informasi yang diperlukan anak terkait fitrah seksualitasnya,

MEDIA EDUKASI
1.       Menonton dan mendiskusikan video ini bersama keluarga. Video ini dapat disebarluaskan dan digunakan sebagai sarana diskusi bagi keluarga di Indonesia. harapannya dengan adanya video ini, orang tua dapat termotivasi dan teredukasi  mengenai pentingnya menanamkan fitrah seksualitas kepada anak. Membuat mainan sebagai edukasi untuk anak terkait fitrah seksualitas. Contoh : Membuat board game yang terdiri dari berbagai pertanyaan, seperti, Apakah aurat wanita? Apakah tanda pubertas? Apakah perbedaan wanita dan lelaki?, dan sebagainya. Seringkali orang tua merasa bingung bagaimana cara membicarakan seks pada anak. Melalui permainan, pembicaraan mengenai fitrah seksual tidak akan terasa tabu dan kaku. Permainan pun bisa dibuat orang tua, dan disesuaikan dengan usia anak.'



FITRAH SEKSUALITAS/FITRAH GENDER
Setiap anak lahir dengan fitrahnya masing-masing. Tugas orangtua adalah membangkitkan fitrah yang dimiliki anak, agar fitrah-fitrah tersebut mampu berkembang optimal. Pendidikan fitrah seksualitas tentu berbeda dengan pendidikan seks, memulainya pun tidak langsung dengan mengenalkan anak pada aktivitas dan istilah seksual atau yang lainnya.

Tujuan utama yang ingin dicapai pada pendidikan fitrah seksualitas adalah
1. Anak mengerti tentang identitas seksualnya.
Dia memahami bahwa dia perempuan atau lelaki. Anak sudah harus bisa memastikan identitas seksualnya sejak dia berusia 3 tahun. Orangtua berkewajiban mengenalkan organ seksual anak dengan nama ilmiahnya untuk menghindarkan pada pentabuan. Menyampaikan secara jujur dan terbuka sehingga anak jelas memahami identitas seksualnya

2. Anak mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya.
Mampu menempatkan diri sesuai peran seksualitasnya, seperti cara berbicara, berpakaian, dll.

3. Mengajarkan anak untuk melindungi kejahatan seksual.
Orangtua berperan mengenalkan tentang area pribadi anak agar anak waspada kepada pihak yang mungkin melakukan kejahatan seksual padanya.

Cara Membangkitkan Fitrah Seksualitas Pada Anak
Fitrah seksualitas pada anak bisa dibangkitkan menurut tahap usianya masing-masing
TAHAP PRA LATIH
1. Usia 0-2 tahun
Anak harus dekat dengan ibunya, karena terdapat proses menyusui. Bukan sekedar memberi ASI, tapi ibu benar2 memperhatikan anak ketika proses menyusui.
2. Usia 3-6 tahun
Anak harus dekat dengan kedua orangtuanya atau dengan menghadirkan sosok ayah dan ibu, agar anak memiliki keseimbangan emosional dan rasional. Selain itu anak juga akan mampu membedakan sosok laki-laki dan perempuan.


TAHAP PRA AQIL BALIGH
1. Usia 7-10 tahun
Anak didekatkan sesuai gendernya. Anak laki-laki dekat dengan ayah dan anak perempuan dekat dengan ibu. Mengapa? Karena dalam rentang usia ini, egosentris anak beralih ke sosiosentris. Anak perlu mendapatkan teladan dari sosok sesuai gendernya, agar memahami bagaimana kegiatan keseharian dan peran sosial sesuai gendernya.
Selain itu pada usia ini, masing2 orangtua menjelaskan kepada anak tentang fungsi organ reproduksi dan konsekuensi akan keberadaannya. Ayah jadi madrasah pertama anak lelakinya, dan ibu menjadi madrasah pertana anak perempuannya tentang organ reproduksinya masing2.

2. Usia 11-14 tahun
Merupakan puncak perkembangan fitrah seksualitas anak. Anak laki-laki mengalami mimpi basah, dan anak perempuan mengalami menstruasi. Masa pubertas yang membuat anak memiliki ketertarikan pada lawan jenis.
Oleh karena itu pada masa ini, anak didekatkan dengan lintas gender. Anak laki-laki dengan ibunya, dan anak perempuan dengan ayahnya. Agar orangtuanya lah yang akan menjadi cinta pertamanya, sosok lawan jenis yang akan diteladaninya dan mendapatkan penuh perhatian lawan jenis cukup dari kedua orangtuanya.
Tentunya orangtua perlu memberikan pemahaman bahwa ketertarikan pada lawan jenis adalah sebuah fitrah, dan belum boleh disalurkan selama belum ada ikatan suci pernikahan. Yang tentunya belum waktunya bagi mereka.

TAHAP AQIL BALIGH
Usia > 15 tahun
        Anak bukan lagi anak-anak. Mereka sudah menjadi individu yang setara dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Referensi :
Harry Santosa, Fitrah Based Education.
http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-1.html
http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-2.html

Pertanyaan
1.       Apa Yang harus dilakukan orang tua yang terlambat menyadari pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas anak saat anak mengalami disorientasi seksual?
Jawab :
Di beberapa negara, anak yang kelihatannya tumbuh berbeda dengan gendernya biasa diberikan obat untuk menekan atau memunculkan hormon tertentu (lihat: https://www.facebook.com/TheDailySignalNews/videos/967580886741197/. Padahal, sebetulnya menurut penelitian, kecil kemungkinannya anak berbeda dengan gendernya dan tidak perlu diberi obat-obatan. Jadi, kalau masih anak-anak tidak ada yang mengalami atau kecil kemungkinannya mengalami disorientasi seksual. Kembali lagi kepada orang tua, sebelum anak baligh, tetap diajarkan sesuai fitrah gendernya
Contoh, ada seorang anak lelaki yang suka sekali bermain permainan perempuan, ternyata itu terjadi sejak ibunya memiliki anak lagi, perempuan yang sangat disayang, diperhatikan
Maka, anak lelaki tsb bertindak seperti perempuan agar disayangi, diperhatikan seperti adiknya.

Banyak ujian penyimpangan gender di lingkungan kita. Ikhtiyar kita mulai dari dalam keluarga dan menjadikan pondasinya kuat. Sehingga seburuk apapun pengaruh dibluar sana, insyaallah tidak akan terlalu mampu mengguncangnya
2.       Bagaimana menyiasati ketika ayah dan ibunya LDR? Bagaimana memenuhi kebutuhan kehadiran ayahnya juga di usia 3-6 tahun?
3.       Sang ayah hanya pulang 1minggu sekali. Apakah ada trik utk memenuhi vitamin ayah?
4.       Nah kalau ada kasus ayah ibu berpisah atau meninggal, bagaimana yah agar anak tidak kehilangab sosoknya, dan tidak terpapar dampak buruk penyimpangan seksual dari lingkungannya?
Jawab :
Sosok ayah bisa tetap dihadirkan misal dari kakek, om, atau keluarga lain yang bisa membantu. Sesuai pengalaman Bu Septi, Dia pernah bercerita tentang pengasuhan single mom, tapi kekurang-idealan dalam keluarga tak selalu menghambat tumbuh dan kembang anak, insyaallah. Menghadirkan sosok bukan berarti harus ada wujud asli ayah/bundanya. Nabi Muhammad mendapatkan sosok ayah dari pamannya, maka kita pun bisa menyiasati kehadiran sosok tersebut dari orang terdekat yg bisa dipercaya. Kakek, uwa, oom, atau yg lain. Tips lain, komunikasi dengan ayah bisa dengan telfon atau video call setiap hari. Dibuat jadwalnya kira-kira kapan waktu yang pas untuk ayah dan anak berbincang.
Bisa juga dengan membuat suatu project bulanan yg melibatkan ayah.
Misal bulan ini ayah wajib membuatkan 1 mainan DIY untuk anak, meski jauh bisa tetap video call tutorialnya, sedangkan anak dan ibunya ikut mengikuti arahan dari Sang Ayah. Banyak jalan untuk tetap berkomunikasi, tinggal orangtua mau bekerja sama untuk melakukan komunikasi yang berkualitas.

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP

#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak